Ingin Sepakbola? Jangan Merokok!

November 11, 2007 at 7:59 am 5 komentar

Berbagai himbauan pemerintah kerapkali disampaikan melalui iklan layanan masyarakat bahwa merokok itu berbahaya dan harus ditinggalkan. Bahkan, dalam iklan rokok sendiri – sebagaimana juga senantiasa terdapat dalam kemasan rokok – sering diselipkan suatu pesan : ”Awas, merokok bisa menyebabkan gangguan pada jantung, impotensi, dan janin Anda”. Namun demikian, tetap saja jumlah perokok itu banyak. Tidak hanya orang dewasa, para remaja pun banyak yang kecanduan merokok. Bahkan, sebagian kaum wanita pun kecanduan merokok. Ada apa dengan rokok ?

Tidak ada satu pun pemain sepakbola dunia yang hebat itu perokok. Zinedine Zidane bukan perokok. Van Persie bukan perokok. Seharusnya ini menjadi bahan renungan bagi setiap insan pecinta sepakbola, bahwa tidak ada hubungan antara sepakbola dan merokok. Semua pemain sepakbola pro kaliber dunia pun tahu bahwa merokok akan memperburuk kondisi fisik mereka, sehingga mereka pun menghindarinya.

Asal tahu saja, rokok itu penuh racun : tar dan nikotin. Racun-racun berbahaya tersebut akan merusak paru-paru sang perokok. Padahal, paru-paru adalah alat pernafasan kita. Dan, seorang pemain sepakbola harus memiliki ’nafas yang panjang’, artinya bisa tahan berlari kesana kemari seluas lapangan selama minimal 90 menit. Apalagi jika dia bermain di Liga Inggris. Mana kuat fren ?

Tapi anehnya, justru di negeri kita ini yang namanya kejuaraan sepakbola (juga futsal si adik kandung) hampir selalu disponsori oleh perusahaan rokok. Padahal, jelas-jelas rokok berlawanan dengan sepakbola. Tapi memang perusahaan-perusahaan rokok itu kayaknya tahu benar kalau sepakbola itu olahraga yang paling digemari. Kalau ada kejuaraan sepakbola, pasti banyak yang nonton. Baik dengan datang langsung ke lapangan ataupun cukup nonton di televisi. Ini artinya, rokok yang mereka produksi pun menjadi semakin dikenal oleh masyarakat. Wah wah wah … Padahal di Eropa saja yang menjadi kiblat perkembangan sepakbola, rokok tidak boleh menjadi sponsor sepakbola. Itu yang saya tahu lho.

Kesimpulannya sudah jelas kan? Pertama, say no to smoking. Kedua, kalau Anda ingin bermain sepakbola dengan baik, jangan pernah menyentuh rokok. Gitu deh.

Entry filed under: Belajar dari Bola. Tags: , , .

Sepakbola Boleh, Tetapi… Belajar dari Sepakbola

5 Komentar Add your own

  • 1. prayoga  |  Maret 20, 2009 pukul 7:25 am

    Tapi wayne rooney ngerokok…

    Balas
  • 2. Muassamudra  |  Maret 27, 2011 pukul 4:58 am

    zinedin zidan bknya mlh perokok berat?

    Balas
  • 3. fadridoasinfinity  |  Desember 23, 2011 pukul 5:09 pm

    kalo di negeri kita ga d.sponsori ama perusahaan rokok maka sepak bolanya akan mati, karna ga ada sponsor yang MAU dan MAMPU mensponsori sepak bola kita coy, dengan kata lain mereka terpaksa menerima sponsor itu agar sepak bola kita bisa hidup!

    Balas
    • 4. aleksander  |  Juli 28, 2012 pukul 7:35 am

      lain lah sponsor sm produk ya flend…..

      Balas
  • 5. putiri  |  Oktober 17, 2012 pukul 6:51 am

    setuju, yang buat rusak sepakbola indonesia sebenarnya rokok

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pos-pos Terbaru

Galeri Foto

trick2

trick1

control-thigh

Lebih Banyak Foto

Blog Stats

  • 235,374 hits

%d blogger menyukai ini: