Bagaimana Menyerang pada Pola 4-4-2? (Bagian 2)

Oktober 14, 2008 at 5:50 am 16 komentar

Pola 4-4-2 memang hanya memiliki 2 forward, namun tidak berarti bahwa tim dengan pola ini hanya menyerang dengan 2 orang di lini depan. Dalam pola 4-4-2, outside midfielder atau outside back (jika melakukan overlap) bisa maju ke lini depan. Dengan demikian, akan terdapat 4 orang penyerang sekaligus. Untuk itulah pola 4-4-2 adalah pola yang berubah menjadi 2-4-4 ketika menyerang. Belum lagi jika ditambah dengan majunya salah satu center midfielder persis di belakang kedua forward – dan ketika itu disebut sebagai offensive midfielder – maka akan terdapat 5 orang penyerang sekaligus. Luar biasa bukan?

Lihat ilustrasinya disini.

Dalam pola 4-4-2, outside midfielder memang didedikasikan untuk naik ke lini depan ketika menyerang – dan ketika itu mereka disebut sebagai penyerang sayap. Namun fungsi ini tidak hanya monopoli outside midfielder. Outside back pun bisa melakukan hal serupa, yakni dengan cara melakukan overlap terhadap outside midfielder.

Seberapa leluasa dan seberapa sering outside back bisa melakukan overlap, tidak ada ukuran yang pasti. Gary Neville (outside back) tidak terlalu banyak melakukan overlap karena fungsi membantu serangan ke lini depan sudah didominasi oleh David Beckham (outside midfielder) yang berada di depannya. Sebaliknya, outside back seperti Roberto Carlos dan Cafu terbilang sangat sering melakukan overlap. Kendati demikian, outside back yang melakukan overlap dituntut untuk bisa segera turun ke posisinya semula ketika bola yang dikuasai lawan sudah memasuki daerah pertahanan tim kita. Karena itu, seorang outside back harus memiliki kekuatan aerobik yang luar biasa karena dia dituntut untuk selalu berlari naik dan turun dari ujung yang satu ke ujung yang lain panjang lapangan.

Pada pola 4-4-2 dengan lini tengah berlian (diamond) ada pembagian yang bersifat tetap diantara kedua center midfielder: yang satu adalah offensive midfielder, sementara yang lainnya adalah defensive midfielder. Adapun pada lini tengah flat, pembagian yang tetap seperti itu tidak ada. Kedua fungsi itu bisa dilakukan secara bergantian. Yang penting, jika salah satu center midfielder maju sebagai offensive midfielder, center midfielder yang lainnya tetap menjaga diri berada di belakangnya sebagai defensive midfielder. Namun biar tidak membingungkan, bisa pula disepakati sejak awal siapa yang akan lebih dominan berfungsi sebagai offensive midfielder dan siapa yang lebih dominan sebagai defensive midfielder.

Offensive midfielder mengambil posisi persis di belakang kedua forward. Dia adalah support bagi kedua forward tersebut ketika menyerang. Karena itu, offensive midfielder juga sering disebut sebagai striker lini kedua (second line striker). Dia bisa melepas tembakan jarak jauh yang keras bak geledek dari luar kotak gawang pada saat-saat tertentu untuk memecah kebuntuan. Contohnya adalah Steven Gerrard di Liverpool atau Frank Lampard di Chelsea.

Offensive midfielder juga bertugas untuk memberikan suplai-suplai bola kepada para penyerang yang berada di depannya (yaitu 2 orang forward dan 2 orang penyerang sayap). Juan Roman Riquelme adalah salah satunya, yang sangat piawai dalam memberikan suplai bola kepada para penyerang. Suplai bola itu seringkali berupa umpan-umpan terobosan yang mematikan, yang siap dieksekusi oleh para penyerang yang ada didepannya.

Defensive midfielder adalah mitra setia dua center back yang ada di belakangnya. Ketiganya membentuk segitiga bertahan, dengan defensive midfielder sebagai puncak segitiganya. Ketika bertahan, idealnya offensive midfielder turun untuk membantu defensive midfielder, sehingga pertahanan lini tengah bisa diisi lengkap oleh 4 orang. Dan dengan lini tengah berisi 4 pemain ketika bertahan, pressure terhadap bola yang hendak menerobos lini belakang bisa dilakukan oleh tiga orang sekaligus (1+2). Namun jika offensive midfielder terlambat turun, berarti di lini tengah hanya ada 3 pemain. Jika demikian keadaannya, bertahan terhadap bola yang hendak menerobos lini belakang cukup dilakukan oleh dua orang saja (1+1). Misalnya, jika bola di sisi kiri lapangan, berarti pressure terhadap bola dilakukan oleh left back dan left midfilder. Jika bola di sisi kanan lapangan, pressure dilakukan oleh right back dan right midfielder. Dan jika bola di sisi tengah lapangan, pressure dilakukan oleh center back terdekat dan defensive midfielder.

Fungsi lain defensive midfielder adalah sebagai ‘pengangkut air’. Maksudnya, ia adalah pemain yang akan paling banyak menerima bola untuk dialirkan dari belakang ke depan.

Selain sebagai ‘pengangkut air’, defensive midfielder juga paling berperan untuk menginisiasi arah serangan. Apakah serangan akan dilakukan dari sektor kiri, dari sektor kanan, atau dari sektor tengah. Terkait dengan fungsi ini, ia jugalah yang biasanya mengubah (mengalihkan) arah serangan, misalnya dari sektor kiri ke sektor kanan. Karena itu, defensive midfielder haruslah seorang pemain yang cerdas, yang bisa menetapkan arah serangan yang tepat pada saat yang tepat.

Forward dalam pola 4-4-2 berjumlah 2 orang. Kedua forward ini adalah satu pasangan yang harus selalu berkoordinasi secara padu padan, tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Karena itulah dua orang forward dalam pola 4-4-2 ini biasa disebut sebagai striker kembar (twin-striker). Kerjasama diantara dua pemain ini sangat menentukan bagi sukses tidaknya menjebol gawang lawan. Biasanya, salah satu dari kedua forward ini selalu berusaha untuk menciptakan ruang tembak bagi forward yang lainnya.

Jika masing-masing forward memiliki kelebihan-kelebihan yang berbeda, maka semestinya kelebihan-kelebihan yang berbeda tersebut bisa disinergikan untuk menciptakan perpaduan dan kerjasama yang saling menguatkan. Misalnya, yang satu memiliki kelebihan body-charge (berpostur besar) sementara yang lainnya bertubuh mungil namun lebih lincah dan lebih cepat seperti kijang.

Posisi default dari kedua forward dalam pola 4-4-2 adalah di sisi tengah lapangan. Posisi ini memungkinkan outside midfielder atau outside back untuk naik ke sisi sayap dalam rangka menambah jumlah barisan penyerang. Namun tidak selalu kedua forward harus di sisi tengah lapangan. Untuk menciptakan kondisi 2 vs 1 di sisi kiri lapangan misalnya, salah seorang forward bisa bergerak ke sisi kiri lapangan untuk membantu penyerang sayap kiri, dan dalam kondisi seperti ini forward yang lainnya hendaknya ikut pula bergeser ke arah kiri untuk menciptakan balance.

Adapun dua orang center back dalam pola 4-4-2 adalah jantung pertahanan. Merekalah pertahanan terakhir yang dimiliki oleh tim. Karena itu, mereka harus benar-benar disiplin dalam menjaga posisi.

Lini belakang biasanya memiliki satu orang jenderal (namanya jenderal pertahanan). Jabatan ini biasanya dipikulkan pada salah satu center back. Misalnya, di Manchester United, jenderal pertahanannya adalah Rio Ferdinand, yang mengkoordinir ketiga temannya yang lain. Atau di Chelsea, jenderal pertahanannya adalah John Terry, yang mengkoordinir ketiga temannya yang lain.

About these ads

Entry filed under: Teknik, Taktik & Strategi. Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , .

Taktik Bertahan 1 vs 2 Elemen-elemen Serangan

16 Komentar Add your own

  • 1. Sandi Novian  |  Oktober 27, 2008 pukul 4:02 am

    ya kan formasi tipe ini membutuhkan kondisi fisik yang lebih, khususnya pada segi daya tahan. Baik itu kardiovaskular maupun muskular

    Balas
  • 2. fachrudin  |  November 7, 2008 pukul 5:10 pm

    asslm salam bola indonesia bolehkah saya minta informasi tentang pola serangan mulai dari 4-4-2 3-5-2 4-5-1 3-4-2-1 3-4-1-2 secara detail soalnya saya sangat membutuhkan itu

    Balas
  • 3. tole  |  November 24, 2008 pukul 10:30 am

    saya butuh formasi 4-3-3 secara detil ……..thx

    Balas
  • 4. halmet  |  Januari 11, 2009 pukul 1:57 am

    Apa yang harus dilakukan seorang gelandang serang dan striker kiri maupun kanan dalam menyerang dalam formasj 4-3-3??

    Balas
  • 5. shem bahrimovic  |  April 28, 2009 pukul 12:30 am

    Aslm. Maaf, sebenarnya pola teknik yang efektif dalam sepakbola itu yang memakai teknik defensive atau ofensive ? Soalnya aku sebagai pemain bola amatir ingin mengetahui sebagai bahan referensi dalam bermainku.

    Balas
    • 6. fakhri wijaya  |  April 23, 2010 pukul 1:45 pm

      itu sih tergntung kondisi permainannya… tekhnik Defensive adalah tekhnik bertahan, jadi untuk mempertahankan kemenangan kita bisa menggunakan tekhnik defensive..
      tpi ketika kita di tuntut untuk menang kita dapat menggunakan tekhnik ofensive..

      Balas
  • 7. karaeng  |  Juni 27, 2009 pukul 3:51 am

    Saya mau tanya kenapa center back tdk pernah overlap?

    Balas
  • 8. defast  |  September 1, 2009 pukul 5:24 am

    tergantung situasi, liat lawan dulu karakternya kayak mana. pola 4-4-2 bertahan, standar atawa nyerang. jangan dipaksakan liat kemampuan tim.kalo tim udah kerap latihan bareng naikan tempo permainan 1 stop. mudah2an lawan keleleran.

    Balas
  • 9. defast  |  September 1, 2009 pukul 5:26 am

    seorg pelatih harus jeli dg materi pemain. tdk setiap teori bs diterapkan dg maeri pemain yg ada.
    sadar diri, baru buat formasi.

    Balas
  • 10. odin...  |  Oktober 1, 2009 pukul 5:52 am

    main 4-3-3 gampang,mirip sekma 3-5-2 ketika bertahan, tapi cara bertahan 4-2-2 juga mirip ky 4-3-3, bertahan secara diagonal..

    Balas
  • 11. Marisa hartanti  |  Desember 26, 2009 pukul 2:05 am

    bagus…bagus…bagus….formasi 442

    Balas
  • 12. Alfan F  |  Juni 8, 2010 pukul 7:03 am

    Hebat….. saya jadi bia memahami betul tentang formasi lewat arikel anda. Sebagai saran dan request tolong donk, di ulas juga formasi lainnya. Terutama formasi yang sedang ngetrend saat ini (striker tunggal)

    Balas
  • 13. coda  |  Juli 10, 2010 pukul 9:10 pm

    wauh.. info yg bisa memajukan sepak bola kita..

    mau tanya.. pemain yg berposisi sbg apa yg bertugas menutup daerah yg ditinggalkan oleh pemain yg posisinyai sbg outside back ktika melakukan overlap, yg seketika kemudian mendapatkan serangan dari daerah yg ditinggalkannya (serangan balik)..

    thanks

    Balas
  • 14. andja RAJA  |  Juli 12, 2010 pukul 12:17 am

    formation 442 memang bagus,
    tetapi di dalam segi penyerangan teknik tersebut lebih sulit untuk mengembangkannya, karena hanya mengandalkan seorang winger yang impresif ataupun seorang pengumpan bola yang baik.
    jika winger maupun playmaker dapat di redam maka serangan demi serangan tidak dapat mengalir dengan baik.
    menurut saya pola yang baik adalah dengan menggunakan 4-2-3-1 di sini sangan banyak keuntungan dan saya rasa di indonesia juga harus menerapkan pola ini. karena sangat cocok.

    Balas
  • 15. Adi Yoga  |  April 16, 2011 pukul 2:36 pm

    bagaimana dengan tehnik serangan dengan menggunakan umpan 1-2, bagaimana cara mencegah serangan balik seperti serangan balik jerman dengan pola 4-4-2 jika beberapa pemain melakukan overlap?

    Balas
  • 16. hasby  |  Maret 11, 2012 pukul 9:31 am

    2 center back overlap ketika corner kick d area lawan (itu pun kalo keduanya bagus heading nya).. Memanfaatkan skill heading,jumping dan body balance keduanya utk berduel dg kiper ato istilahnya challenging goalkeeper.. Dan bola di arahkan ke area berdirinya kedua pemain trsbt, spy terjadi kemelut di muka gawang… Dg harapan, kemelut bisa berbuntut goal..

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pos-pos Terakhir

Galeri Foto

trick2

trick1

control-thigh

More Photos

Blog Stats

  • 158,199 hits

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: